Jabatan Fungsional Pemeriksa

"Jabatan Fungsional Pemeriksa, yang selanjutnya disingkat JFP, adalah jabatan yang mempunyai lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan BPK.

Pemeriksa adalah orang yang melaksanakan tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK.
 
Pemeriksaan adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi yang dilakukan secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
 
Peran Pemeriksa adalah peran yang dimiliki oleh PNS di lingkungan BPK yang menduduki JFP setelah memenuhi persyaratan tertentu."
 
Sumber : PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEMERIKSA PADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN.
 
Pemeriksa pada BPK RI dibentuk dengan Pendidikan dan Latihan Pembentukan Pemeriksa, dengan materi-materi diklat yg terkait.
 
16 Juli 2011.
Hari ini hari Sabtu, dan kami, 87 orang calon Pemeriksa di BPK dari jurusan non-akuntansi sedang berjibaku dengan ujian. Sabtu, pagi yg cerah, dimana kebanyakan orang (dan saya) menginginkan terlelap lebih lama dari rutinitas weekday, terganggu oleh hiruk-pikuknya demam ujian.
Ujian hari ini adalah Sistem Informasi Akuntansi dan Auditing. Ujian kali ini adalah ujian ke-3 diantara 11 ujian yg harus kami tempuh dalam upaya menjadi Pemeriksa dan seorang anggota tim yunior dalam proses pemeriksaan.

Semalam, saat belajar bareng (salah satu rutinitas menjelang ujian, yg bahkan pada waktu saya sekolah maupun kuliah tidak se-semangat ini) Bab terakhir Modul Auditing menyebutkan bahwa salah satu bentuk pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) di BPK adalah Audit Lingkungan. Akhirnya menemukan pos pekerjaan yg menanti saya, selain ancaman dari para Akuntansi-akuntansi yg membelenggu semangat. 

Pertemuan saya dengan Pusdiklat BPK RI diawali di Bulan Mei, Awal Bulan Mei yg penuh kenangan dengan diklat Pra-Jabatan yg sangat menyenangkan dan melelahkan. Tempat dimana merasakan homesick, dan dengan cepatnya melupakan homesick itu pula karena menemukan "keluarga" baru. Lagi-lagi posting saya tentang keluarga baru. Pra-jabatan lewat dengan penuh rasa kompetitif, datanglah Diklat Ke-BPKan. 

Brain's quote:
Do not ever judge a PNS, you never know how to be them. 
Kalau PNS begitu 'menyenangkan', kenapa kami disini sering merasa tertekan dengan standar kinerja dan kompetensi yg diinginkan? Jangan remehkan pekerjaan kami, kawan!
Cobalah hargai...

Membuka forum.

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © rizkymega